Sabtu, 12 Januari 2013

cuma mau posting foto-foto waktu masih di BRIXI


waktu mapel fisika dan temen-temen gue kaya didongengin. ya maklum lah, mapel tersebut sangat tidak pas waktunya. pertama setelah mapel olahraga dana kedua saat pukul 11.00 waktu yg pas buat tidur.


waktu ngerjain video bahasa inggris drama di taman kaliurang




maaf nih kalau bikin iri. nih regu gue : PENDOBRAK X-I dapat juara 1 putri dan juara 1 tenda putri. keren kan?


fashion show konyol. regu gue : Cindy dan Liza

Read More

Rabu, 26 September 2012

about me


Dari postingan-postinganku, aku gak pernah ya nulis soal diriku sendiri? Ok aku tulis bagaimana diriku. Nama : Nineng Putri Rahayu, orang jawa asli yang gak ada campuran dari manapun termasuk sunda. Ini statement ku karna banyak orang yang denger namaku pasti nanyain : “dari sunda ya?” sebenarnya gak masalah sih ditanyain gitu, secara orang sunda itu cantik-cantik, yah paling enggak manis lah. Tapi tau diri juga lah, belum menepati hal-hal tersebut. Ok, aku itu.. orangnya keras kepala, cewe keras kepala yang teguh banget sama pendirian dan ucapan. Jadi aku pantang banget buat jilat ludah sendiri. Egois, maklum karna lama jadi anak tunggal dan baru jadi kakak setelah 13 tahun dimanjain sama kedua orangtua. Cerewet, maklum ya kalau cewe itu kaya gitu. Tapi ketika di tempat-tempat tertentu dan ketika moody aku bakal banyak diem. Gak gampang buat ucapin maaf, namanya juga keras kepala, aku gak bakal gitu aja akuin salah kalau emang aku sendiri ngerasa gak salah. Tapi ketika ngomong maaf, kamu bakal tau kalau aku serius buat ngomong kaya gitu. Dikehidupan yang fana kaya gini, aku belajar buat jadi sabar sama ikhlas. Udah aku tulis dipencapaian yang harus aku lakukan dan salah satunya adalah hal tersebut. Sampai temen terkadang gak nyangka aku sampai segitunya dan sering dimarahin karna terlalu baik *kata mereka sih gitu* karna dibalik sabar dan ikhlas bakal munculin kebaikan dan bakal dimanfaatin orang. Biasanya sih kaya gitu. Labil, ya iyalah dimaklumi karna baru berumur manis 17 tahun.



Cita-cita : jadi muslimah, ceilah ngakak boleh hlo. Secara aku orangnya rame, cerewet, dan banyak lagilah, tapi it jadi sebuah keharusan coy. Jadi muslimah... hahahha statement yang bikin temen-temen ngetawain dan bilang kalau itu susah buat aku jalani. Aaarrrr belum coba sampai titik darah penghabisan juga. Masak langsung move on ke cita-cita lain sih? Ini kan berguna juga buat kehidupanku di akhirat nanti *ceile, siul deh*



Cita-cita untuk kehidupan didunia yang semakin keras ini, aku pengen jadi pengacara coy. Pada udah tau deh kalau ngikutin cerita di blog ku sebelumnya.oh, iya belum cerita ya kalau sebenarnya orangtua ku agak pesimis dengan cita-citaku itu. Mereka bilang : “itu bakal susah nyari duit, atau kalau enggak mau nganggur kaya tetangga kita yang sarjana hukum itu?” bilangnya kaya gitu. Suruh nyari yang hasilin duit banyak katanya, biar entar orangtua gak sia-sia sekolahin sampai tinggi. Tapi itu kaya sebuah kesenagan. Pekerjaan itu bukan hanya karna gaji yang banyak, menurut aku sih gitu tapi didlam pekerjaan tersebut kita juga harus ngerasa nyaman dan bisa mengembangkan ide kreatif kita karna sebuah kesenangan dalam pekerjaan. Nah lo, kata-kata ku sulit dicerna gak hayo?





Read More

Minggu, 18 Maret 2012

cinta anita (tugas pak pardi)

   Hujan gerimis menjadi pengiring jenazah mamaku sore ini. Tangisanku meledak saat mama dimasukkan ke liang lahat. Omma yang semula tegar, kini tak bisa menahan untuk menitihkan air mata. Aku yang saat itu menangis histeri sambil memeluk nisan mamaku tiba-tiba seseorang memelukku dan menarikku. Ketika aku membalikkan badan, ternyata orang itu adalah papa. Orang yang telah meninggalkan aku dan mama sejak umurku 7 tahun. Melihat kedatangan papa, omma langsung mendatangi dan menamparnya.
 “Pergi!”.Bentak omma pada papa.
Papa pun pergi. Saat ini aku melihat papa kembali setelah 11 tahun meninggalkan aku dan mama. Ketika  papa dan mama bercerai, papa meniggalkan kami dan membawa kak Orion ke Australia. Kak Orion yang selalu jadi topik pertengkaran mereka, karena tingkah mama yang keras dengan Kak Orion.
Tiba dirumah, ada papa yang duduk diruang tamu bersama Zika, sahabat ku sejak SD.
Papa yang tersenyum dan menyambut untuk memelukku. Tapi saat itu aku langsung duduk disamping Zika.
“Anita marah sama papa?” tanya papa sambil senyum.
“Enggak”. Jawab ku singkat.
Aku pergi ke kamar dan Zika menyusul. Dia memelukku.
 “Anit, aku pulang dulu ya. Besok jadi kan antar aku jemput kakak ku?” tanya Zika.
‘Iya”. Jawabku.
Makan malamku dengan papa berjalan kaku.
“Papa kangen sama masakan Indonesia. Lusa ulang tahun Nita kan, mau minta kado apa sama papa?” tanya papa.
 “Enggak, pa. Terima kasih. Aku udah kenyang. Aku mau tidur. Besok aku mau pergi sama Zika”. Jawabku.
Keesokan harinya, ketika keluar kamar, ternyata omma datang dan sedang ribut mempersoalkan kedatangan papa dirumah ini.
“Anita, kemari nak!” seru omma yang berusaha menahan amarah didepanku.
 “Omma, aku mau kerumah Zika. Soal papa yang dirumah ini, tolong gak usah dipermasalahin.” Kataku .
Zika sudah menunggu. Hari ini aku akan menemani Zika menjemput kakaknya yang baru pulang dari Australia. Kami tiba di Bandara Soekarno-Hatta dan menuju dibagian kedatangan.
“Zika!” teriak laki-laki sambil melambaikan tangannya.
Zika yang melihat kearah teriakan itu lalu menarikku untuk menghapiri. Tidak salah lagi laki-laki itu adalah kakak Zika, Alvin.
“ Bingung dek liyat abang jadi tambah ganteng gini?” kata Kak Alvin pada Zika sambil senyum-senyum.
Di rumah Zika kami semua makan bersama. Setelah selesai, aku berpamitan karena pak supir sudah menunggu ku diluar.
Paginya aku sudah mulai sekolah. Datang ke kelas disambut Zika dan teman-teman. Zika yang dari kemarin ingin mengajakku jalan pun meluapkan keinginannya itu sekarang.
Dengan heboh dia bilang,“Pokoknya nanti kamu harus nganter aku ke mall, beli baju, buku sama kita makan”
“Iya, iya” jawabku sambil tersenyum.
Di mall, Zika dan aku meluapkan kebosanan saat di sekolah dengan berbelanja dan makan. Saat makan, aku ingin membeli es krim dan meninggalkan Zika. Ternyata antrian begitu panjang, aku berusaha mendapat tempat terdepan dengan mencurangi anak-anak yang ada didepanku. Dan akhirnya aku berhasil mendapat es krim rasa vanilla kesukaanku. Saat berjalan menghampiri Zika, tidak sengaja aku menabrak seorang laki-laki.
“Maaf kak, aku enggak sengaja” kataku sambil membersihkan baju laki-laki itu tanpa melihat orang tersebut.
Dan saat aku melihat wajahnya, ya Tuhan begitu sempurnanya dia. Aku pun melihatnya sambil ternganga.
“Iya, enggak papa kok” sambil tersenyum denganku.
Aku menghampiri Zika masih sambil senyum-senyum.
“Kamu kenapa sih Nit? Mana es krimnya, aku minta” kata Zika.
Aku masih menghiraukan ucapannya sampai tiba-tiba Zika menepuk pundakku.
Aku yang masih kaget bilang,”Apa sih Zik? Gak ada es krim, tumpah”
Zika masih bingung dengan sikapku ini, karna biasanya jika aku tidak mendapatkan es krim vanilla kesukaanku aku marah. Setelah Zika mulai ngomel aku menceritakan apa yang terjadi.
“Aku ketemu sama cowo yang perfek banget, sumpah aku seneng banget.” Kataku sambil senyum-senyum.
Seminggu setelah itu adalah ulang tahunku, aku keluar dari kamar untuk berangkat sekolah. Ternyata sudah aku kue ulang tahun dimeja makan.
“Selamat Ulang tahun, Sayang!Papa ada kado buat Anita” kata papa.
Seorang laki-laki datang dari kamar Kak Orion. Dia tersenyum dan mendatangi papa. Begitu terkejutnya karna laki-laki itu adalah seorang yang aku tabrak waktu di mall seminggu yang lalu. Setelah kejutan itu, aku memutuskan untuk berangkat ke sekolah. Kak Orion mengantarku. Dimobil aku hanya diam. Aku masih tidak menyangka Kak Orion adalah orang yang aku kagumi.
Kami telah sampai sekolah dan aku megatakan,”terimakasih, kak” sambil tersenyum lalu keluar.
“Di antar siapa pagi ini?” kata Angga yang berdiri disampingku sambil memutar-mutar kunci motornya.
“Kak Orion” jawabku sambil jalan meninggalkan Angga.
Aku menceritakan kejutan pagi ini dengan Zika. Dia pun kaget dan mentertawakanku.
“Bego, kok bisa sih kamu kagum sama kakakmu sendiri?” kata Zika sambil tertawa.
“sstt, diem ah. Jangan keras-keras. Aku juga gak tau ternyata dia Kak Orion. Sumpah beda banget sekarang” kataku.
Pulang sekolah, Angga datang ke kelasku. Kak Orion sudah sms aku kalau dia akan menjemputku.
“Ayo, aku antar kamu  pulang. Atau kita makan ke mall” kata Angga padaku.
“Kamu gak ada latihan basket? Aku dijemput kak Orion” kataku.
“Siapa sih Orion itu? Pacar kamu?” tanya Angga.
“Dia kakakku!” jawabku sambil meninggalkan dia.
Angga mengejarku dan bilang,”Aku ada latihan sore nanti. Tapi setidaknya kita bisa makan siang dulu seperti biasa. Please Nit.” Angga mengambil tanganku.
Tiba didepan gerbang, kak Orion sudah menungguku. Dia melihat tanganku dipegang Angga.
“Kak, aku diantar Angga. Kakak pulang dulu aja” kataku pada kak Orion.
Kak Orion masuk mobil lalu berkata,”Jangan sore-sore” lalu dia pergi.
Aku dan Angga pergi ke mall untuk makan. Ternyata Angga membelikan kado jam tangan. Dan kami pulang cepat karena Angga ada latihan basket.
Hari ini aku melihat papa masuk ke kamar mama. Hal yang belum pernah ku lihat sejak papa datang ke rumah. Dia duduk dikasur dan air matanya menetes.
“Papa kenapa?” tanyaku.
Papa menghapus air matanya dan berkata,”Maafin papa ya, Nita.” aku memeluk papa.
Paginya Kak Orion sudah siap untuk berangkat bersamaku, tadi malam dia begitu sibuk mengerjakan tugas kuliahnya. Dia hanya liburan sebentar di Jakarta dan bulan depan harus kembali lagi ke Australia.
“Ayo non, ke sekolah nanti terlambat lo” katanya.
Aku yang tertawa melihat kak Orion berkata seperti itu. Kak Orion mengandeng tanganku.
Sudah seminggu ini Kak Orion yang mengantar dan menjemput aku. Tidak hanya itu, Kak Orion juga sering mengajakku makan siang, sampai-sampai Angga kesal.
“Kapan sih aku bisa jalan sama kamu kaya biasa?” kata Angga.
 “Besok aku ada pertandingan basket, kamu nonton ya.” Pinta Angga.
“Iya,aku izin sama kakakku dulu ya.”jawabku.
Hari ketika pertandingan basket, aku meminta izin dengan Kak Orion. Kak Orion mengizinkan asal dia ikut nonton. Kami pun makan dulu di mall seperti biasa. Entah kenapa aku selalu nyaman dengan kak  Orion. Banyak hal yang kami bicarakan, dari mulai cerita-cerita saat di Australia sampai cerita tentang kebiasaan papa yang pelupa. Kami melanjutkan melihat Angga bertanding sambil makan es krim vanilla. Angga yang waktu itu melihatku tersenyum dan melambaikan tanganya.
            Pertandingan selesai dan Angga main begitu bagus. Aku turun ditemani kak Orion untuk pamit pulang dan mengucapkan selamat pada Angga. Ketika mencari dimana dia, aku mempergoki Angga sedang dipeluk seorang perempuan. Dia kaget melihatku. Kak Orion yang tahu hal itu langsung memukul Angga. Akupun langsung pergi ke parkiran. Kak Orion menyusulku.
“Kamu gak papa kan? jangan sedih gitu dong”  kata Kak Orion sambil memelukku. Rasanya begitu hangat dan rasa kecewaku terhadap Angga hilang begitu saja.
Aku pulang kerumah, beberapa kali Angga mencoba menelponku. Dan tidak aku jawab. Aku begitu rindu pada mama malam ini. Aku ingin tidur dikamar mama. Saat dikamar mama, aku membuka lemari. Didalamnya begitu banyak benda kesayangan mama, mulai dari perhiasan, baju, sepatu dan tas. Di laci lemari tersebut aku melihat buku yang lumayan tebal. Ternyata itu adalah buku harian mama. Aku membacanya. Isinya tentang cerita saat pertama bertemu papa, cerita pernikahan dan sampai tentang perlakuan mama yang keras dengan kak Orion. Lembar demi lebar aku baca, dan sekarang aku sadar bahwa Kak Orion bukanlah anak papa dan mama. Dia anak dari mantan pacar papa yang meninggal saat melahirkan Kak Orion dan ayah Kak Orion meninggal sebelum Kak Orion lahir. Aku begitu terkejut membacanya. Sekarang akutahu, itulah yang menjadikan mama sering kasar dengan Kak Orion. Mama menganggap Kak Orion menjadi penghancur rumah tangga mereka.
Pagi ini aku kembali diantar Kak Orion. Dia bertanya,”Kamu enggak papa kan semalam?’
Aku masih memikirkan isi dari buku harian mama. Sampai di sekolah Angga sudah menunggu didepan gerbang.
“Please Nit, dengerin aku. Dia cuma pengen memeluk aku. Cuma itu doang.” jelas dia.
Aku yang waktu itu baru keluar dari mobil hanya diam. Saat itu Kak Orion kembali bicara dengan Angga yang membuat Angga emosi. Lalu aku menarik Angga.
“Ngomong sekarang. Tapi please gak usah cari ribut sama Kak Orion.” Kataku pada Angga.
“Oke, aku enggak kenal siapa itu cewek” kata Angga.
“Kalau gak kenal kenapa main peluk-peluk? Murahan banget sih” jawabku.
“Dia suka permainanku, dan dia juga cuma mau peluk sama minta foto bareng sama aku. Sumpah Nit, aku sayang sama kamu.” Jawab dia.
Aku pergi, dia terus minta maaf denganku. Sampai-sampai aku dilihat banyak orang. Aku membalik badan dan berkata padanya,”Kamu gak malu kaya gini?”.
“Enggak, Nit. Maafin aku. Please” kata dia sambil memegang tanganku.
Akhirnya aku memaafkan dia. Aku tidak tega membuat dia malu mengejarku dan berulang kali minta maaf. Angga orang yang setia, aku yakin itu.
Akhir bulan telah datang, Kak Orion sudah bersiap-siap untuk pulang lagi ke Australia. Sulit rasanya melepas kepergian Kak Orion. Papa juga sering pulang pergi Jakarta-Australia untuk mengurus pekerjaannya.
Hubunganku dengan Angga berjalan baik, sekarang dia yang mengantarku. Sebenarnya aku rindu dengan Kak Orion. Sekarang Zika dekat dengan teman Angga, anak basket dan juga rohis. Zika sering memakai jilbab akhir-akhir ini.
“Bukan karena orang itu alim kan Zik?” tanya ku sambil tersenyum.
“Enggak kok, dia yang mengajarkanku betapa pentingnya menutup aurat.”jawabnya sambil tersenyum.
2 minggu setelah itu ketika aku pulang sekolah, papa dan Kak Orion telah menunggu diruang tamu sambil membawa buku harianku. Muka papa begitu marah. Aku baru melihat papa seperti itu.
“Anita Putri Ardian! Sini, papa mau bicara sama kamu” dengan nada ketus.
Aku menghampiri dan mengatakan,”Iya pa, udah pulang? ” sambil tersenyum.
‘Apa maksud kamu mengatakan dibuku ini soal kakakmu? Kamu suka sama kakakmu sendiri?’ kata papa dengan nada marah.
“Papa dapet diary ku dari mana?” kataku dengan perasaan takut.
“Waktu papa mau kasih oleh-oleh dan masuk kekamar kamu. Jawab Anita! Itu benar?” kata papa.
Aku hanya diam, dan kak Orion yang menjelaskan.
“Bukan pa, mungkin Anita hanya kurang mendapat perhatian seorang kakak. Dan setelah ada aku, mungkin dia senang” jawab kak Orion dengan halus sambil melihatku.
 “Aku tahu pa, Kak Orion bukan anak papa kan? Makanya mama selalu ribut soal itu.” Kata sambil menangis.
Semua terdiam. Aku masih menangis tersedu-sedu.
“Apa itu benar, pa?” tanya Kak Orion.
Papa menghela nafas dan berkata,”Iya Orion, itu benar. Kamu bukan anak papa. Tapi papa sayang sama kamu, Rion!” kata papa sambil memeluk Kak Orion.
“Berarti aku tidak salah kan suka sama kak Orion?”kataku.
“Tidak, Nita! Kamu tidak boleh suka sama kakakmu sendiri. Meskipun dia bukan anak papa, tapi kalian itu bersaudara. Orion sudah papa anggap anak. Kamu harus mengerti itu!” kata papa ketus.
Aku lari kekamar. Aku bingung dengan perasaanku. Kenapa kak Orion yang selalu aku pikirkan. Disamping itu aku juga merasa Angga telah begitu baik denganku. Aku harus melupakan Kak Orion. Benar kata papa, walau bagaimanapun dia adalah kakakku. Aku tidak mungkin berpacaran dengan kakakku sendiri.
Paginya, Kak Orion kembali ke Australia, alasannya ingin melanjutkan kuliahnya. Kepergian Kak Orion itulah  yang bisa membuatku gampang untuk melupakannya dan kembali dengan Angga.

SELESAI
Read More

Senin, 06 Februari 2012

elite #3 (eleven in tryout)

 dan panflet terbaru ELITE#3 adalah..
terererengg..
untuk 1000 anak SMP/MTS/Sederajat.. lets join!!

                                                     PANITIA ELITE #3
Read More

Rabu, 21 Desember 2011

hit me baby one more time _britney


Oh baby baby, how was I supposed to know
That something wasn't right here
Oh baby baby, I shouldn't have let you go
And now you're out of sight yeah
Show me how you want it to be
Tell me baby, cuz I need to know now, oh, because

[Chorus:]
My loneliness is killing me (And I)
I must confess I still believe (Still believe)
When I'm not with you I lose my mind
Give me a sign, hit me baby one more time

Oh baby baby, the reason I breathe is you
Boy you've got me blinded
Oh pretty baby, there's nothing that I wouldn't do
That's not the way I planned it
Show me how you want it to be
Tell me baby cuz I need to know now, oh, because

[Chorus]

Oh baby baby, how was I supposed to know
Oh pretty baby, I shouldn't have let you go
I must confess that my loneliness is killing me now
Don't you know I still believe
That you will be here and give me a sign
Hit me baby one more time

[Chorus]


§   
Read More

tahun pertama jadi panitia di SMA

jadi panitia Sanlat ato pesantren kilat. ceilee.. tugas pertama gue. belum jadi Rohis waktu itu. apa sih yang dipikirin kalo orang masuk Rohis? apa harus jadi orang yang islami banget? yang pendiem gitu ato yang mendalami islam banget. orang orang mesti berpikiran gitu. hadeehh..
no no no.. salah besar jika kamu berpikiran Rohis hanya untuk orang alim. nyatanya gue bisa masuk tuh kumpulan.. #maksud e apa wii..
hahhha aku bukanlah orang yang terlalu dengan agama (maksud e?)
ok, aku bukan orang yang ada di kriteria di atas.. (pendiem, mendalami islam banget)
statment ini buat orang yang nganggep Rohis itu alim. toh, kalo itu buat orang alim, tuh perkumpulan bakalan sepi dong? gilakk.. kakak kakak kelas gue ada berapa yang alim? hahaha
Rohis bukanlah buat orang lebih baik, tapi buat orang yang merasa dirinya ingin jadi yang lebih baik.
so.. jika pengen jadi yang lebih baik, ikut lah Rohis. sharring ilmu agama, atopun buat nambah temen.
itu yang aku rasain di ROHIS NURUL ILMI.
sstt.. stop ngmngin Rohis. gue lanjutin cerita soal peran gue di Sanlat 2011.

fotografer by nafi

aku jadi panitia tuh disana, kereenn kan? sebenarnya pertamanya cma pengen cobacoba + aksis iin diri aja. siapa tau dapet temen banyak di acara Sanlat. dan akhirnya jadi pantia seksi konsumsi. eehh.. jadi seksi konsumsi aja perlu perdebatan besar dengan mbakmbak kelas XI. gimana enggak, aku (Nineng Putri Rahayu) dan temen setia gue dari esde, Rismawati Artafasara, bingung banget mau jadi apa n ngapain diacara rapat. dan buatbuat waktu biar kagak bete, kitanya nge geje sendiri. heboohh.. dan akhirnya ada temen dari kelas lain yang juga nambahin kehebohan kita yaitu Ekti, Hesti, Nafi, Aliev dan Mega. hahahajadi ngebanyol ketika rapat. entah kenapa jadi semakin nyambung.
saat ditawari sama kakak kelas kita mau jadi seksi apa, kita ber 7 pun buat janji kita akan barengbareng jadi seksi yang sama. kita usul pengen jadi seksi Humas (hubungan Masyarakat). si mas Rohis ngomong kalo Humas gak perlu banyak banyak. dan kami tetap berpegang tguh pada pendirian kami, kalo kami ingin selalu bareng. #ceilee kaya apaan aja..
dan terererengg.. jadilah seksi konsumsi. setelah mengalami berdebatan panjang dan pergolakan usulan untuk berpisah. akhirnya kami ber 7 samasama menjadi seksi konsumsi.
jreenngg...



ok, udah selesai soal cerita pertemuan kami yang so sweet itu. waktunya cerita soal sanlat.
acaranya pertamanya mbosenin gilaakk.. gue aja yang jadi pantia berasa bosen. emang, yang cewe udah pada cantik pake jilbab semua, ehh.. waktu sholat, ada yang bilang gini, "aku sebenarnya sholat, tapi aku gak mau aja benahin kerudung ku. nanti ribet"
ealahh mbakyu.. lebay beudh deh kamu. dan ada juga yang dateng terlambat. gilak, gue aja belabelain dateng jam 6 a.m buat nyiapnyiapin, eh.. tu orang nyantai datang kagak punya malu. terus yang bagian cowo, hebooh mulu. ada yang bawa laptop lah buat mainan, ada yang bawa ipad lah. hadeehh..
tu acara emang berbau agama semua. tapi kenapa kagak coba buat nikmatin tu acara?
#unekunek gue
suasana mau sholat

suasana acara dimulai
hadeehh.. emang iya sih, denger ceramah muluk gimana enggak bosen. dan acara hari ke tiga. ada RIHAM..


weseehh.. pada semangat tuh waktu RIHAM dateng. gimana kagak, tu mas mas performens (kalo kagak salah tulis..) nya kece beudhh..
tapi gue rasa,
tementemen gue kagak tau siap RIHAM. begitu pula dengan ku dan temanteman. pertama RIHAM kenalin diri tu pada biasa aja. tapi setelah mereka pada performens (kagak tau tulisannya giamana = tampil) ehh.. pada gini nih fotonya..
(liat diatas)
hahahaoke detss, itu cerita gue soal jadi panitia sanlat ditahun pertama gue masuk SMA. dan inilah juga yang buat gue tertarik masuk Rohis.
                                                              foto panitia sanlat akhwat

Read More

Selasa, 20 Desember 2011

tentang Bahasa

"seandainya bahasa Indonesia jadi bahasa internasional, dan aku tak perlu belajar banyak bahasa asing"
pemikiran itu muncul karna berawal dari aku masuk sekolah di MTsN. Yogyakarta 1. gila.. disana diberlakukan pelajaran bahasa arab. yaellaahh.. baca Al Quran aja gue jarang-jarang.
dan pada saat mapel itu datang untuk dipelajari..


gue baca kalimat bahasa arab dengan cara baca al quran, yee... udah bagus gue baca tu kalimat dengan benar. dan mungkin kalo gue ikut lomba MTQ bakalan jadi yang terbaik nih #peserta hanya aku
eh, si guru malah nyalahin cara baca gue dan dibetulin dengan cara bacanya yang nyantai kayak orang ngomong, dan tanpa panjang pendek kaya kita sedang baca al quran. #dongkol gue saat itu..
hafalin kosakata bahasa arab aja pake lagu anakanak TK, yayaya.. karna lagu itulah gue bisa sedikit berbahasa arab. dan hasilnya.. tererereng.. nilai bahasa arab ku 94. cceilee.. pintar kan?
nah, kenapa impian gue bahasa indonesia jadi bahasa internasional?
1. kan jadi bikin indonesia terkenal (jelas) dan kita gak susahsusah belajar bahasa asing buat komunikasi.
2. inggris gue baca masih belepotan,
dan karna nilai 94 yang gue dapet hanya sebagai beranda di nlai bahasa arab ku.selanjutnya, karna hasil dari kelas VIII dan IX anccuurr banget.
giillaakk.. nilai aja kalo 50 udah bangga banget tuh. syukursyukur dapet segitu. aku aja nilai bahasa arab ku 32 kalo gak salah. tapi karna sifat ku baik (kata pak suwardi) nilaiku jadi 50.. jauhh #biarin..
terimakasih Bu Zum dan Pak Suwardi

cerita soal betrok gue sama mapel bahasa belum selesai. ini cerita terbaru gue di SMA.
aku cobacoba ikut bahasa jepang, pilihannya bahasa jepang sama tata boga. gue emang suka makan, tapi gue gak suka ngeluarin duit buat gituan. #ngirit number one!
nah, mulai dari sinilah masalah soal bahasa asing muncul. nilai nilai bahasa jepang gue, kalo enggk 64, 77, dan yang kemaren tuh 34.
giillaakk.. keren kan?

dapet kasian dari tementemen gue plus dapet coment juga kalo aku malumaluin anak bahasa jepang. ssiiaallaann..
dan tererereng.. hasil UAS bahasa jepang gue 90. hahahha eitts, hasil gue sendiri!!
aku bisa dapetin nilai segitu karna soalnya gampang, #gayaa...
hahhhakarna aku ikut remidi bahasa jepang 2 hari sebelum UAS (remidi yang nilainya 34). dan dengan bantuan bulan dan matahari #sailermoon
eheemm, dengan bantuan temanteman yang setia sama gue (setia nemenin dan hujatin gue) = Rismawati Artafasara dan Ekti Demi Pangastuti aku pun mengerjakan soal remidi. dan hasilnya.. jreenngg.. 75
ya iyalah.. nilai KKM.
dan itulah yang membuatku bisa kerjakan UAS bahasa jepang.
thankyou sensei suci!!
semoga aku tetap betah di mapel bahasa jepang :D
Read More

ME

ME
Taman Sari - 2016
Diberdayakan oleh Blogger.